Sumber daya alam dapat dibagi menjadi dua. Yaitu sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Penggunaann kedua sumber energi bagi pasokan listrik belum diaplikasikan secara optimal. Polemik krisis listrik untuk masyarakat luas tidak dapat terhindarkan. Pendirian PLTU, PLTA, kurang mencukupi persedian listrik domestik. Ketidakseimbangan (nobalance situation) listrik antara suplay (persediaan) dan pemakaian tidak sesuai merupakan  sebab utama krisis listrik

Di negara maju krisis listrik dapat diatasi dengan cara mengunakan NUKLIR yang berbahan dasar Radioaktif sebagai Penganti bahan bakar minyak bumi. Pengunaan nuklir merupakan salah satu solusi yang handal untuk menutupi defisit listrik.

Perlukah Indonesia mencontoh pengunaan  Nuklir?  Pro dan Kontra timbul. Berbagai pendapat dan argumen muncul.

Apakah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sudah mendesak di terapkan?  Penulis berpendapat. Pengunaan Nuklir untuk krisis listrik Indonesia perlu adanya pertimbangan  atau pengkajian mendalam dari berbagai aspek bidang ilmu. Dampak positif dan negatif perlu dikalkulasi. Ada aspek non teknis lain yang perlu diperhatikan. Non teknis antara lain faktor geologis. Indonesia termasuk sirkum lempeng rawan gempa. Apa jadinya jika Pembangkit Nuklir terkena gempa? apalagi pengolahan limbah sisa pengolahan  nuklir yang  memerlukan waktu peluruhan unsur radioaktif  untuk terurai sempurna memerlukan waktu  sangat lama.