Perkembangan telur Fasciola sp. dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal adalah irradiasi sinar ultraviolet. Besar energi suatu sinar irradiasi terhadap setiap sistem biologi akan lebih besar apabila berupa panjang gelombang pendek atau sebaliknya. Demikian pula semakin lama suatu objek menerima irradiasi maka peluang pengaruhnya semakin besar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Fasciola sp.. yang diirradiasi ultraviolet pada : a. lama waktu dan panjang gelombang yangberbeda, b. lama waktu saja, c. panjang gelombang saja. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan yang dicobakan terdiri atas 2 faktor, yaitu panjang gelombang (nanometer) irradiasi dan lama waktu irradiasi ultraviolet (t). Faktor panjang gelombang terdiri atas 2 taraf yaitu 254 nm dan 366 nm, sedangkan faktor lama waktu irradiasi ultraviolet meliputi 6 taraf yaitu 0 detik (Kontrol tidak diberi irradiasi ultraviolet), 10 detik, 20 detik, 30 detik, 40 detik dan 50 detik. Kombinasi faktor dan taraf 15 dengan ulangan 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F), dan apabila berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5 persen dan 1 persen. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara panjang gelombang dengan lama waktu berpengaruh tidak nyata terhadap daya tetas telur Fasciola sp. (P]0,05 ) . Namun pada panjang gelombang 254 nm menurunkan daya tetas telur Fasciola sp. (P[0,01 ). Demikian pula irradiasi ultraviolet pada lama waktu 30 detik telah menurunkan daya tetas telur Fasciola sp. (P[0,01 ). Sources: ADE SUTANTO