Pweb ujicobaenelitian tanaman merupakan hal penting dalam  menghasilkan suatu pertumbuhan optimal, sehingga kualitas dan kuantitas dapat tercapai. Analisis dan metode yang digunakan sebagai penunjang hasil yang baik.

labLimbah media tanam jamur tiram putih merupakan bahan organik yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik ( kompos) alternatif. Limbah tersebut terdiri dari kompleks lignoselulosa dengan nisbah C/N yang tinggi sehingga secara alami lambat sekali terdekomposisi. Proses dekomposisi– mineralisasi merupakan suatu siklus daur balik bahan organik yang diprakarsai oleh mikoroorganisme tanah. Alternatif yang dapat diterapkan untuk mempercepat dekomposisi-mineralisasi adalah dengan menggunakan mikroorganisme efektif (EM-4). Kecepatan pertumbuhan dan aktivitas EM-4 dalam mendekomposisi bahan organik dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti konsentrasi inokulum (EM-4) dan waktu inkubasi. Berdasarkan hal tersebut, maka telah dilakukan penelitian dengan judul “PENGARUH EFFECTIVE MICROORGANISM-4 (EM-4) DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP LAJU DEKOMPOSISI DAN MINERALISASI LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR TIRAM PUTIH”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh EM-4 dan waktu inkubasi terhadap laju dekomposisi dan mineralisasi limbah media tanam jamur tiram putih serta konsentrasi EM-4 dan waktu inkubasi yang efektif untuk menghasilkan laju dekomposisi dan mineralisasi limbah media tanam jamur tiram putih yang tertinggi. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang disusun berdasarkan pola faktorial. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi EM-4 (E) yang terdiri dari E1 = dengan EM-4 5� E2 = dengan EM-4 10�E3 = dengan EM-4 15�an waktu inkubasi(W) yang terdiri dari W1 = waktu inkubasi 7 hari, W2 = waktu inkubasi 14 hari, W3 = waktu inkubasi 21 hari, W4 = waktu inkubasi 28 hari sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Parameter utama yang diukur adalah C-organik, N-total dan Nisbah C/N dengan parameter pendukungnya adalah suhu, pH dan warna limbah. Data utama yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam uji F dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM-4 dan waktu inkubasi berpengaruh terhadap laju dekomposisi dan mineralisasi limbah media tanam jamur tiram putih. Konsentrasi EM-4 15�an waktu inkubasi 7 hari menghasilkan laju dekomposisi dan mineralisasi limbah media tanam jamur tiram putih yang tertinggi dengan penurunan C-organik sebesar 2,3475�an menghasilkan N termineralisaasi sebesar 0,015�erta nisbah C/N sebesar 3,512%

DAYA TETAS TELUR Fasciola sp YANG DIIRADIASI PADA LAMA DAN PANJANG GELOMBANG BERBEDA

 Perkembangan telur Fasciola sp. dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal adalah irradiasi sinar ultraviolet. Besar energi suatu sinar irradiasi terhadap setiap sistem biologi akan lebih besar apabila berupa panjang gelombang pendek atau sebaliknya. Demikian pula semakin lama suatu objek menerima irradiasi maka peluang pengaruhnya semakin besar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Fasciola sp.. yang diirradiasi ultraviolet pada : a. lama waktu dan panjang gelombang yangberbeda, b. lama waktu saja, c. panjang gelombang saja. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan yang dicobakan terdiri atas 2 faktor, yaitu panjang gelombang (nanometer) irradiasi dan lama waktu irradiasi ultraviolet (t). Faktor panjang gelombang terdiri atas 2 taraf yaitu 254 nm dan 366 nm, sedangkan faktor lama waktu irradiasi ultraviolet meliputi 6 taraf yaitu 0 detik (Kontrol tidak diberi irradiasi ultraviolet), 10 detik, 20 detik, 30 detik, 40 detik dan 50 detik. Kombinasi faktor dan taraf 15 dengan ulangan 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F), dan apabila berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5 persen dan 1 persen. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara panjang gelombang dengan lama waktu berpengaruh tidak nyata terhadap daya tetas telur Fasciola sp. (P]0,05 ) . Namun pada panjang gelombang 254 nm menurunkan daya tetas telur Fasciola sp. (P[0,01 ). Demikian pula irradiasi ultraviolet pada lama waktu 30 detik telah menurunkan daya tetas telur Fasciola sp. (P[0,01 ). Sources: sutanto ade