Growth

Growth is the process by which a plant increases in the number and size of leaves and stems. The result of plant growth is forage production and the amount harvested by animal or machine is forage yield. The growth of both plants and animals requires energy. Animals get their energy by digesting the plants they eat. Plants get their energy from the sun through photosynthesis. Photosynthesis is the process where the green pigment in the plant’s leaf (chlorophyll) absorbs energy from sunlight and, using this energy, water, and carbon dioxide, produces oxygen and simple sugars. The plant then uses these sugars to make more complex sugars and starches for storage as energy reserves, to make cellulose and hemicellulose for cell walls or with nitrogen, to make proteins. How the plant uses its energy depends on the developmental stage of the plant and on environmental conditions.

DAYA TETAS TELUR Fasciola sp YANG DIIRRADIASI ULTRAVIOLET PADA LAMA WAKTU DAN PANJANG GELOMBANG BERBEDA. (penulis: Ade Sutanto, S.Si)

Perkembangan telur Fasciola sp. dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal adalah irradiasi sinar ultraviolet. Besar energi suatu sinar irradiasi terhadap setiap sistem biologi akan lebih besar apabila berupa panjang gelombang pendek atau sebaliknya. Demikian pula semakin lama suatu objek menerima irradiasi maka peluang pengaruhnya semakin besar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Fasciola sp.. yang diirradiasi ultraviolet pada : a. lama waktu dan panjang gelombang yangberbeda, b. lama waktu saja, c. panjang gelombang saja. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Perlakuan yang dicobakan terdiri atas 2 faktor, yaitu panjang gelombang (nanometer) irradiasi dan lama waktu irradiasi ultraviolet (t). Faktor panjang gelombang terdiri atas 2 taraf yaitu 254 nm dan 366 nm, sedangkan faktor lama waktu irradiasi ultraviolet meliputi 6 taraf yaitu 0 detik (Kontrol tidak diberi irradiasi ultraviolet), 10 detik, 20 detik, 30 detik, 40 detik dan 50 detik. Kombinasi faktor dan taraf 15 dengan ulangan 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F), dan apabila berpengaruh nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5 persen dan 1 persen. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara panjang gelombang dengan lama waktu berpengaruh tidak nyata terhadap daya tetas telur Fasciola sp. (P]0,05 ) . Namun pada panjang gelombang 254 nm menurunkan daya tetas telur Fasciola sp. (P[0,01 ). Demikian pula irradiasi ultraviolet pada lama waktu 30 detik telah menurunkan daya tetas telur Fasciola sp. (P[0,01 ). Sources: ADE SUTANTO

EXPERIMENT

about me

SDN WARINGIN V BEKASI, SMPN 5 BEKASI, SMUN3 BEKASI, FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN (UNSOED), MANDARIN LANGUAGE oF INTERNATIONAL COLLEGE, DESIGN GRAFIS dari Lembaga Pendidikan Manajemen Ilmu Komputer.

konsultasibelajar@yahoo.com

Bagi anda ingin beri komentar atau kritikan mengenai tampilan materi yang saya sajikan. bisa kirim email ke satelintel@yahoo.com masukan dari anda sangat diperlukan untuk kemajuan dalam hal penyajian materi.